Tim Verifikasi KLA : “Dompu sudah berada di jalan lurus, jalan yang diridhoi”

Saturday, May 18th 2019. | BERITA

Tim Verifikasi Lapangan yang bertugas untuk Evaluasi KLA di Kabupaten Dompu mengadakan dialog bersama dengan beberapa pimpinan OPD, perwakilan anak dan stakeholder yang berperan dalam mendukung terwujudnya KLA di Kab. Dompu. Acara ini dilaksanakan di Aula Pendopo Bupati Dompu pada Jum’at, 17 Mei 2019 pukul 14.00 WITA, dibuka dengan sambutan oleh Bupati Dompu H. Bambang M. Yasin dan dilanjutkan dengan pemaparan singkat mengenai KLA serta hasil evaluasi yang telah dilakukan oleh Tim Verifikasi Lapangan pada rentang tanggal 14 Mei – 17 Mei 2019 di Kab. Bima dan Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Apa itu KLA (Kabupaten/Kota Layak Anak) ? KLA adalah kabupaten/kota yang mempunyai sistem pembangunan berbasis hak anak melalui pengintegrasian komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan media yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam kebijakan, program daan kegiatan untuk menjamin pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak. 

Dan berdasarkan pengertian tersebut, Dr. Ir. Marwan Syaukani, M.Sc (Asdep Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak, Kemenko PMK) selaku Tim Verifikasi Lapangan menyatakan bahwa kerjasama antar dinas di Kab. Dompu ini sudah sangat kuat dan beliau sangat bersyukur karena sumber daya pemerintah yang ada selalu mendampingi dalam proses pengembangan KLA di Kab. Dompu. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil evaluasi 26 indikator KLA yang dirangkum dalam beberapa point penilaian, diantaranya Kelembagaan yang mencapai nilai 100 poin, Hak Sipil 125 poin, Pengasuh Alternative 180 poin, Kesehatan 150 poin, Pendidikan 130 poin, Perlindungan Khusus Anak 215 poin dan Jumlah Kec/desa layak anak sebanyak 10 desa. Jika ditotalkan, nilainya mencapai 1000 poin, total PM 749, 01 dan total nilai VA sebanyak 688,51. Hal tersebut diperoleh bukan dalam waktu yang singkat, karena sejak tahun 2014 dipadukan dengan pembentukan kampung KB di Kab. Dompu. “Dompu sudah berjalan dengan baik. Kepala Desa Wawonduru sudah baik sekali dalam menangani Kampung KB-nya”, ujarnya. 

Dr. Ir. Marwan juga memaparkan objek-objek yang menjadi bahan evaluasi, diantaranya ada Forum Anak Dompu, Puskesmas Dompu Barat & Dompu Kota, SDN 07 Dompu, MAN 1 Dompu, Kampung KB Wawonduru, Pengadilan Negeri Dompu, TK Bhayangkari, LKSA-LOA, Ruang Terbuka dan Taman Kota Dompu. Dan dari objek-objek tersebut ada beberapa hal yang harus diapresiasi, namun ada juga beberapa catatan penting yang harus di perhatikan Pemda Kab. Dompu. Ada beberapa hal yang harus segera diperbaiki, salah satunya adalah ruang terbuka yang cukup baik namun masih memerlukan beberapa perbaikan sarana dan kebersihan. Misalkan saja , area di sekitar taman kota. Beliau juga menyinggung taman bermain anak yang masih terlihat sampah berserakan dan terdapat tanaman yang dapat membahayakan anak di sekitar lokasi bermain.


Di taman bermain saya masih melihat tanaman yang membahayakan anak. Contohnya bunga Bougenfil yang terdapat duri di batang pohonnya. Seharusnya di cover agar tidak melukai anak-anak saat bermain.”, ujar beliau sebelum menutup presentasi hasil evaluasi.

Dr. Ernawati Wahyu Rini yang merupakan partner Dr. Ir. Marwan dalam Tim Verifikasi Lapangan juga menjelaskan beberapa hal penting yang berkaitan dengan objek evaluasi. Salah satunya mengenai masalah anak yang beliau dapatkan dari hasil diskusi dengan anggota Forum Anak Dompu. Yang pertama fenomena bunuh diri akibat hal sepele yang dilakukan anak-anak di beberapa desa di Kec. Hu’u. Dalam ini Dispora perlu memberikan penguatan psikologis terhadap anak agar hal-hal ter tersebut tidak terjadi lagi di masa mendatang. Pada tahun 2010 PBB membuat aturan bahwa kasus bunuh diri oleh anak harus dilaporkan juga ke PBB, hal tersebut merupakan pertanda bahwa kasus bunuh diri juga mendapat perhatian khusus organisasi internasional.

Kemudian masalah pernikahan dini, kekerasan dan narkotika. “Forum anak sudah sangat luar biasa, pintar-pintar. Tinggal OPD terkait melibatkan mereka dalam mensupport anak-anak lain yang terkait masalah-maslaah yang berhubungan dengan anak. Dengarkan pendapatnya dan pemerintah dapat meningkatkam kapasitas dari anak-anak ini. Anak terlibat sejak dari dulu. Anak pun dapat dilibatkan dalam pengambilan kebijakan di kabupaten”, ujarnya.

Dompu masih tingkat Pratama dalam tingkatan KLA. Kecamatan/desa, puskesmas, sekolah sudah dapat dinyatakan layak anak. Namun ada kriteria untuk masing-masing objek. Contohnya saja untuk puskesmas, ada 15 indikator penilaian. Diharapkan untuk kedepannya indikator yang belum terpenuhi bisa dipenuhi kedepannya.

Dr. Ernawati menyatakan, Selain membandingkan nilai yang kami terima dan kenyataannya, kami juga memberi saran demi kebaikan Kabupaten Dompu, agar bisa naik kelas. Dompu sudah berada di jalan lurus, jalan yang diridhoi. Semua sudah berada di jalan yang benar. Menyelenggarakan / menggarap KLA bukan perkara remeh, itu sesuatu yang luar biasa manfaatnya. Dalam Indeks Pembangunan Manusia di pemerintah daerah, KLA punya kontribusi besar. Menggarap anak-anak adalah menyiapkan lansia berkualitas.

Setelah Tim verifikasi menyelesaikan pemaparannya, moderator membuka diskusi untuk para audience yang hadir. Dimulai oleh ketua Forum Anak Dompu yang menyatakan harapannya agar OPD-OPD yang dapat membantu menangani masalah anak di Dompu ini kedepannya dapat melibatkan mereka. Ia juga menyatakan kesiapannya untuk membantu mengatasi masalah-masalah yang berkaitan dengan anak di Kab. Dompu. Kemudian kesempatan berikutnya didapat oleh Kepala BKKBN Kab. Dompu atau biasa disapa Pak Gatot, beliau menggunakan kesempatan tersebut untuk memaparkan upaya yang dilakukan serta pencapaian Kab. Dompu yang mendukung terwujudnya KLA di Kab. Dompu. Hal serupa juga disampaikan oleh Jailani dari Lembaga Perlindungan Anak Kab. Dompu, beliau menyatakan bahwa LPA punya peran penting dalam penanganan masalah anak yang terjadi di Dompu akhir-akhir ini. Beliau juga menyatakan bahwa sepeninggalan Plan (red : organisasi internsional) kondisi di Dompu ini sudah tidak terlalu kondusif. Jadi demi keberlangsungan kehidupan anak yang lebih baik kami ingin mengajukan beberapa program yang harapannya bisa didukung oleh Pemda. LPA dapat diberikan akses untuk menjalankan program yang kami canangkan.

ntb dompu hut 60

Related For Tim Verifikasi KLA : “Dompu sudah berada di jalan lurus, jalan yang diridhoi”