Danrem 162/WB Tanamkan Wawasan Kebangsaan Pada Aparatur Pemerintah dan Tokoh Masyarakat Dompu

Thursday, February 11th 2016. | BERITA
danrem-162

Danrem-162

Wawasan kebangsaan lahir ketika bangsa Indonesia berjuang membebaskan diri dari segala bentuk penjajahan yang waktu itu masih bersifat lokal ternyata tidak membawa hasil, karena belum adanya persatuan dan kesatuan, sedangkan di sisi lain kaum colonial terus menggunakan politik “devide et impera”.

Kendati demikian, catatan sejarah perlawanan para pahlawan itu telah membuktikan kepada kita tentang semangat perjuangan bangsa Indonesia yang tidak pernah padam dalam usaha mengusir penjajah dari Nusantara.

Dalam perkembangan berikutnya, muncul kesadaran bahwa perjuangan yang bersifat nasional, yakni perjuangan yang berlandaskan persatuan dan kesatuan dari seluruh bangsa Indonesia akan mempunyai kekuatan yang nyata yang mencapai satu tonggak sejarah, bersatu padu memproklamasikan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945.

Dalam perjalanan sejarah itu telah timbul pula gagasan, sikap, dan tekad yang bersumber dari nilai-nilai budaya bangsa serta disemangati oleh cita-cita moral rakyat yang luhur yang mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah yang dilandasi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Untuk terus menumbuhkan persatuan dan kesatuan dalam diri rakyat Indonesia. Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui Danrem 162 Wira Bhakti Propinsi Nusa Tenggara Barat menanamkan wawasan kebangsaan kepada aparatur pemerintah dan tokoh masyarakat se-Kabupaten Dompu di Gedung Paruga Samakai yang dihadiri Penjabat Bupati, Sekda, Dandin, Kapolres, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, camat, lurah/kades, tokoh masyarakat dan sejumlah aparatur pemerintah, Kamis (11/2/2016).

Mengawali sambutan, Penjbat Bupati DR. Muhammad Agus Patria, SH, MH mengungkapkan, Wawasan kebangsaan perlu untuk terus ditanamkan dalam diri rakyat, khsusunya masyarakat Kabupaten Dompu untuk menghadapi ancaman di jaman globalisasi. “Kami menyadari peran, aksi teror dari sejumlah kelompok yang dapat mengancam kesatuan dan persatuan negara ini dengan cara mengadu domba dalam rangka mengganggu daerah atau negara ini,” ungkapnya.

Banyak timbulnya kelompok-kelompok yang mengancam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), maka sangat diperlukan untuk terus menanam wawasan kebangsaan dalam diri rakyat Indonesia. “Dengan persatuan dan kesatuan, kita akan mampu menjaga negara ini dari bergagai ancaman, maka wawasan kebangsaan itu perlu untuk terus diingatkn dan ditingkan dalam diri rakyat Indonesia dalam mewujudkan indonesia yang adil dan makmur sesuai cita-cita bangsa,” katanya.

Sementara itu, Danren 162/WB Lalu Rudi Irham Srigede, ST, M.Si mengungkapkan bahwa untuk menuju Indonesia emas yang mandiri, sejahtera akan dihdapakan dengan tantangan yang sangat berat. “Namun potensi menuju ke Indonesia emas sangatlah besar di negara kita ini,” ungkapnya.

Danrem, mengatakan, menuju Indonesia Emas memerlukan tekat dan semangat yang kuat untuk bersatu di dalam diri tanpa menonjolkan ego sektoral masing-masing. “Kita merupakan negara yang besar, yang lahir dari persamaan perasaan kebangsaan yg besar pula. Walaupun kita berbeda, tapi kita satu Indonesia,” ucapnya.

Dijelaskannya, Indonesaia memiliki kekayaan alam dan keanegaraman hayati yang didukung 2 musim dan dipastikn mampu memberikan tingkat kesejahteraan rakyat yang sangat besar disektor pertanian, khsususnya penanaman padi. “Indonesaia memiliki peluang untuk maju bila dapat diminits dengan baik dan Indonesia juga memiliki peluang berbagai ancaman, karena Indonesia memiliki sumber energi yang begitu besar dan Negara ini juga merupakan negara agraris dan negara industri yang harus dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat,” ujarnya.

Lanjut Danrem, kekayaan Indonesia ini, khususnya ketahanan pangan harus kokoh dalam membangun ekonomi negara. Sebab Apabila ketahanan Nasional hancur, maka masih ada ketahanan pangan untuk diandalkan. “Indonesia 30 tahun kedepan, akan menjadi sumber pangan yang akan diserang oleh negara-negara yang kehabisan enegeri minyak, gas dan lainya. Maka persatuan dan kesatuan yang kokoh serta sangat diperlukan adanya penguatan ketahanan pangan untuk mengantisipasi serangan dari luar,” jelasnya.

Dalam memperkokoh ketahanan pangan Nasional, TNI akan selalu mendukung program swasembada pangan yang telah dicanangkan oleh Pemerintah. “TNI juga akan selalu mengawal dan membantu para petani dalam usaha peningkatan hasil pertanian, mulai dari pengolahan lahan, pemupukan sampai pada masa panen,” katanya.

Selain itu TNI akan selalu mengawasi pendistribusian pupuk untuk para petani agar tepat sasaran, sehingga tidak ada lagi oknum-oknum nakal yang mempermainkan atau menyelewengkan pupuk untuk para petani. “Jika ditemukan maka TNI akan langsung turun tangan dan mengamankan para pengedar pupuk palsu atau yang menyeleweng pupuk,” ujarnya.

Selain itu Danrem juga berharap kepada seluruh masyarakat dan instansi terkait agar bersama-sama, saling bahu-membahu dan saling mendukung suksesnya peningkatan swasembada pangan, sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Presiden RI.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Danrem mengajak kepada seluruh elemen masyarakat di Dompu untuk dapat memerangi semua dampak negatif yang dapat mengancam stabilitas Negara, khususnya daerah ini, seperti bahaya narkoba. “Bila hal ini tidak diperangi keberadaanya, maka generasi muda yang memegang masa depan banggsa ini akan hancur yang berdampak buruk pada masa depan bangsa kita,” katanya.

Oleh sebab itu, Dihrapkan kepada seluruh tokoh masyarakat dan agama di lingkungannya masing-masing untuk menjadi suri tauladan yang baik buat generasi emas Indonesia. “Mari kita terus tingkatkan semangat persatuan dan kesatuan dalam diri kita, keluarga, lingkungan masyarakat, daerah dan Negara ini,” ajaknya. HUMAS

Share and Enjoy

Related For Danrem 162/WB Tanamkan Wawasan Kebangsaan Pada Aparatur Pemerintah dan Tokoh Masyarakat Dompu